0 Viewers
Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Mei 2020

5 Alasan Istri Tak Perlu Takut Bercerai, Jika Pernikahan Menyakitkan Jumat, 29 Mei 2020

Banyak rumah tangga yang ketika terjadi percerai yang dianggap bersalah selalu pihak istri, dituduh tidak becus mengurus rumah tangga dan pandangan-pandangan buruk lainnya.

Sehingga banyak istri yang merasa takut untuk memutuskan bercerai saat ada masalah, dan memilih bertahan meski dirinya selalu tersakiti dalam pernikahan itu.

Ketika pernikahan selalu bikin sakit hati dan sudah tidak bisa diperbaiki lagi, cerai memang jalan satu-satinya. Tapi istri selalu takut dengan perceraian.

Padahal wanita juga punya hak hidup bahagia dan mandiri tanpa harus selalu bergantung pada pria atau suami. Berikut ini beberapa pertimbangan kenapa istri tidak boleh takut bercerai:

1. Tidak Perlu Malu Dengan Status Janda
Ingatlah, sataus janda itu bukan keinginan istri dan bukan juga hal yang negatif untu disandang wanita.

Karena banyak status janda disebabkan oleh ulah suami yang tak bisa menjaga nafsunya.

Maka lihatlah status janda itu sebagai hal positif yang memiliki arti kemandirian dan ketegaran seorang wanita dalam mengambil keputusan.

2. Wanita Juga Bisa Mencari Uang Sendiri
Jangan takut bercerai hanya karena tidak memiliki pekerjaan dan sudah memiliki anak. Ketahuilah bahwa ada banyak cara untuk mencari pekerjaan, atau bisa menggunakan keahlian untuk memulai sebuah bisnis.

3. Jangan Merasa Rendah Dengan Status Janda
Status janda bukan sesuatu yang bisa menjadikan wanita rendah, karena masih banyak orang yang menyukaimu. Ingatlah, wanita harus tetap berdiri tegak menjalani kehidupan baru.

4. Nasehat Orang Tidak Selalu Benar
Ketika kamu bercerai mungkin akan ada banyak nasehat yang datang kepadamu, yang meminta untuk tetap bertahan dengan berbagai alasan mereka.

Jika memang perceraian adalah jalan terbaik, maka lakukanlah. Nasehat orang lain tak selalu benar, karena mereka tidak merasakan penderitaanmu.

5. Pernikahan Bermasalah Hanya Menyakiti Anak
Jika mempertahankan pernikahan karena kasihan sama anak, justru pernikahan yang bermasalah jika terus dilanjutkan akan berdampak buruk kepada anak-anak.

Jika anak tumbuh dalam keularga yang selalu bertengkar akan menjadi peribadi tidak baik dan memilik prilaku buruk ketika sudah dewasa.

Perceraian tidak selalu berarti aib, karena tidak semua hal bisa kita cegah. Semua orang memiliki masalah yang berbeda-beda, termasuk kamu dengan permasalahan keluarganya.

Wahai sobat dakwah, Hindarilah perceraian.

Jika Benar Cintamu Karena Allah, Maka Semakin Hari Kamu Akan Semakin Mencintainya Dengan Tulus

Jika Benar Cintamu Karena Allah, Maka Semakin Hari Kamu Akan Semakin Mencintainya Dengan Tulus, Katanya cinta karena Allah, katanya cinta karena kebaikan agamanya, katanya cinta karena akhlaqnya? tapi kenapa saat nampak kekurangan darinya kadang kamu mengeluh? atau mungkin ikrar cintamu karena Allah hanya di bibir saja?

Karena jika memang benar cintamu karena Allah, benar karena ingin menyempurnakan separuh agamamu, maka pasti semakin hari kamu akan semakin mencintainya dengan ketulusan.

Jika benar cintamu karena Allah, maka kamu tidak akan pernah merasa menyesal tatkala nampak kekurangannya, walau semua orang telah berkata bahwa kamu mungkin telah salah memilih pasangan.

Jika Benar Cintamu Karena Allah, Maka Setiap Kekurangan yang Nampak Darinya Akan Tetap Membuatmu Bersabar

Jika memang benar cintamu karena Allah, maka tentu setiap kekurangan yang nampak darinya di kemudian hari atau saat ini tidak akan pernah membuatmu merasa menyesal telah memilihnya.

Sebab hatimu akan besar dengan kesabaran, sehingga setiap kamu ingin mengeluh maka ingatanmu tentang kuasa Allah, tentang takdir-Nya akan selalu mengendalikanmu dengan terus yakin bahwa Allah tidak akan pernah salah dalam memasangkan.

Jika Benar Cintamu Karena Allah, Maka Kesalahan yang Dibuatnya Tidak Akan Pernah Menggoyahkan Keyakinanmu Bahwa Dia yang Terbaik

Jika memang benar cintamu karena Allah, maka tatkala pasanganmu berbuat kesalahan, tentu kamu tidak akan serta merta menyalahkan, tapi kamu akan mencari jalan bagaimana caranya dia kembali lagi dalam jalan-Nya.

Yang jelas, walaupun dia telah berbuat kesalahan yang fatal, kamu tidak akan pernah mengutuk atau menghakiminya, tapi kamu akan merasa bahwa inilah ujian dari Allah, sehingga sampai kapanpun kamu tidak akan pernah tergoyahkan dalam mencintainya.

Jika Benar Cintamu Karena Allah, Maka Semakin Hari Kamu Akan Semakin Dewasa Memaknai Hubunganmu Dengannya Tanpa Tapi

Jika memang benar cintamu karena Allah, murni karena ridho-Nya, maka pasti semakin hari kamu akan semakin dewasa memaknai sebuah hubungan yang kamu jalin dengannya tanpa tapi.

Kamu akan selalu berbenah agar selalu menjadi pasangan terbaik, pasangan yang selalu punya visi dan misi ingin menjadikan pasangan lebih baik dan lebih dekat kepada-Nya.

Jika Benar Cintamu Karena Allah, Maka Semakin Hari Kamu Akan Semakin Bersyukur Mendampinginya Dalam Setiap Saatnya

Jika memang benar cintamu karena Allah, maka pasti semakin hari kamu akan semakin bersyukur mendampinginnya dalam setiap keadaan, meski telah nampak banyak keburukan darinya.

Karena yang pasti ketulusan akan Allah tumbuhkan dalam hatimu, jika memang dari awal tujuanmu bersama dengannya adalah untuk mendapat kebaikan dari-Nya.

Jika Benar Cintamu Karena Allah, Maka Semakin Hari Kamu Akan Semakin Ingin Mengajaknya Lebih Dekat Lagi Kepada Sang Maha Cinta

Dan jika memang benar cintamu karena Allah, karena ingin mendapatkan kebaikan-Nya, maka semakin hari kamu akan semakin ingin mengajaknya lebih dekat lagi kepada sang maha cinta.


Sehingga setiap saatnya kamu akan merasa bahwa dia bukan hanya pendamping, pelengkap, dan penyempurnamu, tapi lebih kepada amanah yang harus benar-benar kamu jaga dengan sebaik-baiknya penjagaan.

Wahai sobat dakwah, Pada akhirnya yang mencintai pasangannya karena Allah akan jauh lebih bahagia dan setia daripada mencintainya karena rupa harta atau fisiknya saja.

Jika Suami-Istri Bahagia, Wajahnya Akan Semakin Mirip

Katanya, wajah yang mirip itu jodoh. Mitos ini sangat berkembang di indonesia dan banyak yang percaya hal tersebut. Semakin mirip seseorang maka dikatakan sebagai jodohnya dan penelitian menjawab kebenaran mitos ini. Karena dua orang yang saling mencintai memang memiliki ikatan emosional yang sangat kuat.


Penelitian mengungkapkan bahwa semakin lama usia pernikahan dan semakin tua usia pasangan suami-istri maka lama kelamaan akan Katanya, wajah yang mirip itu jodoh. Mitos ini sangat berkembang di indonesia dan banyak yang percaya hal tersebut. Semakin mirip seseorang maka dikatakan sebagai jodohnya dan penelitian menjawab kebenaran mitos ini. Karena dua orang yang saling mencintai memang memiliki ikatan emosional yang sangat kuat.

Penelitian mengungkapkan bahwa semakin lama usia pernikahan dan semakin tua usia pasangan suami-istri maka lama kelamaan akan semakin mirip.

Dikutip dari brightside.me, Robert Zanjonc seorang psikolog sosial Amerika membandingkan foto pasangan pada hari penikahannya dengan foto mereka 25 tahun kemudian.

Penelitian membuktikan bahwa, meskipun awalnya suami-istri tidak mirip namun ketika usia pernikahan sekitar 25 tahun kemudian mereka terlihat sangat mirip. Hal ini dikarenakan kebahagiaan pasangan membuat wajah seseorang semakin mirip.

Para ahli percaya bahwa semakin miripnya pasangan suami istri menunjukkan seberapa puas mereka di masa pernikahan. Intinya, pasangan yang bahagia akan semakin mirip, semakin mirip seseorang semakin bahagia pula mereka.

Shannon Mejia, seorang peneliti dari University of Michigan mengatakan bahwa, ketika seseorang sudah menikah maka akan mengalami masa penuaan bersama-sama, berada dilingkuhan bersama, tumbuh bersama dan membuat keputusan bersama-sama sehingga membuat pasangan suami-istri semakin mirip. [genpi.co]n semakin mirip.

Dikutip dari brightside.me, Robert Zanjonc seorang psikolog sosial Amerika membandingkan foto pasangan pada hari penikahannya dengan foto mereka 25 tahun kemudian.

Penelitian membuktikan bahwa, meskipun awalnya suami-istri tidak mirip namun ketika usia pernikahan sekitar 25 tahun kemudian mereka terlihat sangat mirip. Hal ini dikarenakan kebahagiaan pasangan membuat wajah seseorang semakin mirip.

Para ahli percaya bahwa semakin miripnya pasangan suami istri menunjukkan seberapa puas mereka di masa pernikahan. Intinya, pasangan yang bahagia akan semakin mirip, semakin mirip seseorang semakin bahagia pula mereka.

Shannon Mejia, seorang peneliti dari University of Michigan mengatakan bahwa, ketika seseorang sudah menikah maka akan mengalami masa penuaan bersama-sama, berada dilingkuhan bersama, tumbuh bersama dan membuat keputusan bersama-sama sehingga membuat pasangan suami-istri semakin mirip.

Demikianlah penjelasannya mengapa suami istri yang bahagia bisa menjadikan wajah mereka terlihat mirip.

Cara Baikan Dengan Pasangan Setelah Bertengkar Hebat

Pernikahan itu terdiri dari dua orang yang memiliki karakter, sifat dan pemikiran yang berbeda sehingga akan muncul berbagai konflik mulai dari konflik yang kecil hingga perdedatan yang hebat. Jika permasalahan yang ada tidak segera diatasi maka akan menjadi bom waktu yang bisa menyebabkan pernikahanmu berantakan disebabkan tidak bisa mengalahkan ego masing-masing.

Mungkin memang akan merasa canggung, namun harus segera mencari cara agar bisa kembali mesra setelah bertengkar hebat.

1. Tenangkan Dirimu dan Lakukan Introspeksi
Buat dirimu setenang mungkin, jangan menyalahkan pasangan dan membenarkan diri. Karena terkadang ketika emosi semua menjadi serba salah dan yang membuatmu merasa puas adalah perceraian. Maka dari itu jangan sampai pikiranmu dikuasai oleh amarah. Lebih baik ingat kembali komitmen yang sudah pernah dibuat agar tidak menggoyahkan pernikahan.

2. Katakan Dengan Jujur Apa yang Kamu Rasakan Ketika Selah Siap
Ambil cara yang tepat untuk membicarakan pertengkaran bersama pasangan. Berbicaralah dari hati ke hati dan tentu menggunakan kepala dingin tanpa menggunakan emosi. Apapun yang kamu rasakan dan apapun yang ada didalam benakmu katakan tanpa mengurangi dan melebih-lebihkan.

Pernikahan akan menjadi baik hanya apabila kedua belah pihak sama-sama memberi ruang untuk memaafkan. Tidak perlu merasa segan kepada pasanganmu, sebab hal tersebut justru bisa membuat hubungan semakin erat.

3. Hindari Pernyataan yang Menyudutkan Pasangan
Pertengkaran ada untuk memahami satu sama lain. Ketika ada masalah harus fokus pada masalahnya dan jangan menyalahkan pasangan.

Ungkapkan semua yang kamu rasakan melalui apa yang kamu rasakan dari sudut pandangmu. Tapi kamu juga harus peka dan terbuka terhadap pemikiran pasanganmu.

4. Beri Kesempatan Pasangan untuk Memberi Penjelasan dan Dengarkan Dengan Baik
Menjadi pendengar yang baik, pasanganmu juga berhak menyuarakan perasaannya. Lihat dari sudut pandang pasanganmu karena bisa jadi ia juga memiliki unek-unek yang selama ini tidak pernah diutarakan kepadamu.

Itulah beberapa tips baikan setelah mengalami pertengkaran dengan pasangan. Semoga bermanfaat

Kunci Hati Seorang Wanita Ada Pada Telinganya, Maka Katakanlah Kata-Kata yang Menyenangkan Hatinya

Wahai suami, ketahuilah bahwa kunci hati seseorang wanita itu ada pada telinganya, maka berusahalah untuk senantiasa berkata-kata yang menyenangkan hatinya.

Jagalah perasaan istrimu, berkatalah yang baik, berkatalah dengan penuh kasih sayang,  jangan kasar dan jangan membentaknya, sebab hati wanita sangatlah lembut.

Ingat, setegar apapun wanita kelihatannya, bila hatinya telah tersayat dengan kata-kata kasar, maka tentu ia akan merasa sangat tersakiti.

Perlakukanlah Istrimu Dengan Baik Dan Bijak. Jangan Mengkasarinya Dengan Perkataan Kasar, Karena Luka Dihati Lebih Membekas Dari Luka Ditubuh

Jadi perlakukanlah istrimu dengan baik dan bijak. Jangan mengkasarinya dengan perkataan kasarmu, karena luka dihati akan lebih membekas dari luka ditubuh.

Mungkin kalau luka ditubuh masih diobati hingga hilang bekasnya, tetapi luka dihati, bila telah terlanjur kecewa tentu akan lama sembuhnya.

Bila Kamu Mampu Menjaga Hatinya, Maka Artinya Kamu Berhasil Menjaga Tanggung Jawabmu Sebagai Seorang Pemimpin

Dan sadarlah wahai suami, bila kamu mampu menjaga hati istrimu sebaik mungkin, maka artinya kamu telah berhasil menjaga tanggung jawabmu sebagai seorang pemimpin, yang memang notabeninya harus senantiasa bisa membahagiakannya.

Sebaliknya, Bila Kamu Berkata Kasar Padanya Maka Secara Tak Sadar Kamu Telah Menjatuhkan Harga Dirimu Sendiri

Sebaliknya, bila kamu berkata kasar padanya, maka secara tidak sadar sebenarnya kamu telah menjatuhkan harga dirimu sendiri.

Karena harga dirimu sebagai seorang laki-laki akan terlihat nyata, disaat kamu mampu menjadi pemimpin yang baik dan benar menurut Allah disaat bersamanya.

Ingatlah, Harga Dirimu Sebagai Seorang Laki-Laki Tidak Terletak Dari Rupa Atau Hartamu, Tapi Terletak Dari Tanggung Jawabmu Memuliakannya

Selalu ingatlah wahai suami, harga dirimu sebagai seorang laki-laki tidak terletak dari rupa ataupun hartamu, tapi terletak dari seberapa besar tanggung jawabmu memuliakan istrimu.

Karena sehebat appaun kamu dimata orang lain, bila kamu tak bisa menjaga istrimu dengan baik dan bijak, tentu semua yang kamu miliki akan menjadi sia-sia dimata Allah.

Senantisalah Berkata Yang Baik, Sebab Kata-Kata Yang Baik Adalah Salah Satu Bukti Bahwa Kamu Telah Memuliakannya

Maka dari itu, senantiasalah kamu berkata yang baik kepada istrimu, gunakanlah bahasa yang melambangkan kasih sayang, sekalipun ia melakukan kesalahan hendaklah kamu menegurnya dengan bahasa yang sopan, sebab kata-katamu yang baik adalah salah bukti bahwa kamu telah mampu memuliakannya.

Jika istrimu senang dan bahagia, maka engkau juga akan di perlakukan istri dengan baik sehingga rumahmu akan seperti surga.